Umar bin Khattab Al-Faruq, Sang Penakluk


"Ya Allah.. buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab,"

Salah satu dari do'a Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.

Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah SAW. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya cokelat kemerah-merahan.

Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan khalifah kedua di dalam Islam setelah Abu Bakar Ash Shiddiq.

Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin 'Adiy bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada kakeknya, Ka'ab. Antara beliau dengan Nabi selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau kun-yah Abu Hafsh (Bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang paling tua; dan memberi laqab (julukan) Al-Faruq.

Umar bin Khattab Masuk Islam

Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras permusuhannya dengan kaum Muslimin, bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya, dan melakukan perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum jahiliyah, namun tetap bisa menjaga harga diri. Beliau masuk Islam pada bulan Dzulhijah tahun ke-6 kenabian, tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam.

Ringkas cerita, pada suatu malam beliau datang ke Masjidil Haram secara sembunyi-sembunyi untuk mendengarkan bacaan shalat Nabi. Waktu itu Nabi membaca surat Al-Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan kalimatnya lantas berkata pada dirinya sendiri, "Demi Allah, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy," Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 40-41 (yang menyatakan bahwa Al-Qur'an bukan syair), lantas beliau berkata, "Kalau begitu berarti dia itu dukun," Kemudian beliau mendengar bacaan Nabi ayat 42, (Yang menyatakan bahwa Al-Qur'an bukan perkataan dukun) akhirnya beliau berkata, "Telah terbetik lslam di dalam hatiku," Akan tetapi karena kuatnya adat jahiliyah, fanatik buta, pengagungan terhadap agama nenek moyang, maka beliau tetap memusuhi Islam.

Kemudian pada suatu hari, beliau keluar dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Nabi. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu`aim bin Abdullah al 'Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah. Lekaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, "Mau kemana wahai Umar?"
Umar bin Khattab menjawab, "Aku ingin membunuh Muhammad,"
Lelaki tadi berkata, "Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?"
Maka Umar menjawab, "Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu,"
Tetapi lelaki tadi menimpali, "Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu, hai Umar? Sesungguhnya adik perampuanmu dan iparmu telah meninggalkan agama yang kamu yakini,"

Kemudian dia bergegas mendatangi adiknya yang sedang belajar Al Qur'an, surat Thaha kepada Khabab bin al Arat. Tatkala mendengar Umar bin Khattab datang, maka Khabab bersembunyi. Umar bin Khattab masuk rumahnya dan menanyakan suara yang didengarnya. Kemudian adik perempuan Umar bin Khattab dan suaminya berkata, "Kami tidak sedang membicarakan apa-apa,"
Umar bin Khattab menimpali, "Sepertinya kalian telah keluar dari agama nenek moyang kalian,"
Iparnya menjawab, "Wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan berada pada agamamu?" Mendengar ungkapan tersebut Umar bin Khattab memukulnya hingga terluka dan berdarah, karena tetap saja saudaranya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya, Umar bin Khattab berputus asa dan menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.

Umar bin Khattab berkata, "Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya," Maka adik perempuannya berkata, "Kamu itu kotor. Tidak boleh menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah terlebih dahulu!" lantas Umar bin Khattab mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasulullah.

Tatkala Khabab mendengar perkataan Umar bin Khattab, dia muncul dari persembunyiannya dan berkata, "Aku akan beri kabar gembira kepadamu, wahai Umar! Aku berharap engkau adalah orang yang didoakan Rasulullah pada malam Kamis, "Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam," waktu itu, Rasulullah berada di sebuah rumah di daerah Shafa,"
Umar bin Khattab mengambil pedangnya dan menuju rumah tersebut, kemudian mengetuk pintunya. Ketika ada salah seorang melihat Umar bin Khattab datang dengan pedang terhunus dari celah pintu rumahnya, dikabarkannya kepada Rasulullah. Lantas mereka berkumpul. Hamzah bin Abdul Muthalib bertanya, "Ada apa kalian?"
Mereka menjawab, "Umar (datang)!"
Hamzah bin Abdul Muthalib berkata, "Bukalah pintunya. Kalau dia menginginkan kebaikan, maka kita akan menerimanya, tetapi kalau menginginkan kejelekan, maka kita akan membunuhnya dengan pedangnya," Kemudian Nabi menemui Umar bin Khattab dan berkata kepadanya, "Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab," Dan dalam riwayat lain: "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar,"

Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah tersebut bertakbir dengan keras. Menurut pengakuannya dia adalah orang yang ke-40 masuk Islam. Abdullah bin Mas'ud berkomentar, "Kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam,"


Kepemimpinan Umar bin Khattab

Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid'ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar Ash Siddiq.

Kepemimpinan Umar bin Khattab tak seorang pun yang dapat meragukannya. Seorang tokoh besar setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash Siddiq. Pada masa kepemimpinannya kekuasaan islam bertambah luas. Beliau berhasil menaklukkan Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tripoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo.

Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun Umar bin Khattab itulah, penaklukan-penaklukan penting dilakukan Islam. Tak lama sesudah Umar bin Khattab memegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Islam menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk ( 636 M ), pasukan Islam berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam  (Jerusalem) menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641 M, pasukan Islam telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Islam menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.

Penyerangan Islam terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum Umar bin Khattab naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Islam terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637 M, terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Menjelang tahun 641 M, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Islam. Dan bukan hanya itu, pasukan Islam bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend ( 642 M ), mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab di tahun 644 M, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala Umar bin Khattab wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.

Selain pemberani, Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas. Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka,". Mayoritas sahabat pun berpendapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan sholat sunah tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum "khamr" (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta pegawai dan juga konsep yang lainnya.

Namun dengan begitu beliau tidaklah menjadi congkak dan tinggi hati. Justru beliau seorang pemimpin yang zuhud lagi wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dalam satu riwayat Qatadah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang,"
Abdullah, putranya berkata, ”Umar bin Khattab berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka Umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT,”

Beliaulah yang lebih dahulu lapar dan yang paling terakhir kenyang, Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya…

Tidak diragukan lagi, khalifah Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam mengendalikan roda pemerintahan. Bahkan ia rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan negara. Bahkan Umar bin Khattab sering terlambat salat Jum'at hanya menunggu bajunya kering, karena dia hanya mempunyai dua baju.

Kebijaksanaan dan keadilan Umar bin Khattab ini dilandasi oleh kekuatirannya terhadap rasa tanggung jawabnya kepada Allah SWT. Sehingga jauh-jauh hari Umar bin Khattab sudah mempersiapkan penggantinya jika kelak dia wafat. Sebelum wafat, Umar berwasiat agar urusan khilafah dan pimpinan pemerintahan, dimusyawarahkan oleh enam orang yang telah mendapat ridha Nabi SAW. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidilah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf. Umar menolak menetapkan salah seorang dari mereka, dengan berkata, "Aku tidak mau bertanggung jawab selagi hidup sesudah mati. Kalau AIlah menghendaki kebaikan bagi kalian, maka Allah akan melahirkannya atas kebaikan mereka (keenam orang itu) sebagaimana telah ditimbulkan kebaikan bagi kamu oleh Nabimu,"

Keteladanan Keluarga Umar Ibnul Khattab R.A



Suatu saat Khalifah Umar R.A  mengutus Jutsamah Ibn Musahiq Al-Kinani R.A untuk menyampaikan surat kepada Kaisar Rumawi Helaclius. Ketika Jutsamah akan berangkat, Ummu Kultsum binti Ali Ibn Abi Thalib R.A, istri Khalifah Umar R.A, bersama adiknya Al-Husain Ibn Ali R.A menitipkan surat kepada permaisuri kaisar yang bernama Martina, selain surat Ummu Kulsum juga menitipkan sebuah gelas kaca berisi minyak wangi sebagai hadiah untuk permaisuri.

Jutsamah berangkat ke kota Konstantiniyah, setelah sampai di sana ia menemui kaisar Heraclius dan menyerahkan surat Khalifah Umar juga menyerahkan surat dan gelas kaca berisi minyak wangi dari istri Khalifah kepada permaisuri, sesuai permintaan istri Khalifah, Jutsamah menerjemahkan suratnya kepada permaisuri yang isinya sebagai berikut :

"Dari Ummu Kulsum, istri Amirul Mu`minin Umar
Kepada Martina, permasuri kaisar Rumawi Heraclius
Salam sejahtera untukmu..

Aku mengajak anda untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat
saudariku, masuklah anda ke dalam islam, jika anda masuk Islam, suamimu akan mengikutimu lalu rakyatmu juga akan memeluk Islam karena itu anda akan mendapatkan ganjaran pahala ribuan orang yang mendapatkan hidayah.."


Mendengar isi surat itu, permaisuri merasa kagum. Ia berkata : ”Aku terima hadiah berupa gelas berisi minyak wangi ini, tapi aku menolak ajakan masuk Islam, aku tetap berpegang pada agamaku,”. lalu Martina menitipkan kalung permata yg sangat mahal sebagai hadiah bagi Ummu Kultsum.

Jutsamah pulang ke Madinah, ia menyerahkan kalung permata itu kepada Al-Husain untuk diberikan kepada kakaknya, Ummu Kultsum. Betapa senangnya Ummu Kultsum dengan hadiah sang permaisuri kaisar tersebut. Namun kemudian Khalifah Umar melihat kalung permata itu dan bertanya darimana ia memperolehnya. Ummu Kultsum pun menjelaskan asal-usul kalung tersebut.

Mendengar penjelasan dari istrinya, Khalifah Umar R.A berkata, “Kalung itu adalah hak kaum Muslimin, karena itu kalung tersebut harus diserahkan kepada baitul maal,”

Ucapan Khalifah Umar R.A membuat Ummu Kultsum marah, ia berkata, ”Aku tidak mau bicara lagi denganmu selamanya,”

Khalifah pergi ke masjid menyuruh muazzin untuk memanggil kaum Muslimin, setelah mereka berkumpul Khalifah naik ke mimbar dan menceritakan ikhwal kalung yang diterima istrinya kepada kaum Muslimin, setelah itu Khalifah berkata, ”Kalung itu harus dikembalikan kepada baitul maal, Ummu Kultsum tidak berhak mengambilnya, ia memperolehnya karena ia istri Amirul Mu`minin,”

Kaum Muslimin yang hadir mengatakan : ”Kami ridha kalung itu untuk Ummu Kultsum, biarlah kalung itu menjadi miliknya Ya Amiral Mu`minin,”

Khalifah pulang ke rumahnya, ia bertanya kepada istrinya, ”Apakah engkau masih marah padaku? Aku telah bermusyawarah kepada kaum Muslimin di masjid tentang kalung ini, mereka sepakat dan ridha kalung itu menjadi milikmu, akan tetapi jika engkau memyerahkannya ke baitul maal itu jauh lebih baik,”

Cerita tentang kalung itu sampai juga kepada Imam Ali Ibn Abi Thalib R.A, ayah dari Ummu Kultsum. Sepulang dari sebuah perjalanan Imam Ali meminta izin untuk bertemu dengan Khalifah Umar R.A, Khalifah menyambutnya seraya berkata, ”Ahlan ya Abal Hasan, silahkan masuk..”

Imam Ali memberi salam kepada putrinya, Ummu Kultsum pun mencium tangan ayahnya. Imam Ali berkata, ”Mana kalung itu, wahai putriku?” lalu Ummu Kultsum menunjukkannya sambil berkata, ”Ini, Ayah..”

Imam Ali berkata, ”Wahai putriku, kalung ini tidak pantas dipakai oleh keluarga Rasulullah SAW dan juga keluarga Khalifah Umar, kalung ini hanya pantas dikenakan oleh keluarga kaisar atau kisra, engkau tidak seperti wanita-wanita lain, engkau adalah putri Fatimah Azzahra, cucu RasulullahSAW, engkau adalah anakku, istri Khalifah Umar, pemimpin kaum muslimin, lebih baik bagimu bila orang-orang berkata, ”Suaminya telah menzaliminya demi kepentingan kaum Muslimin dari pada mereka berkata, ”Suaminya menzalimi kaum Muslimin demi kepentingan istrinya,” silahkan pertimbangkan apa yang engkau akan pilih, apakah engkau akan memilih Allah dan kenikmatan akhirat atau memilih kalung ini, wahai putriku?”

Ummu Kultsum menjawab, ”Tentu aku akan memilih Allah dan kenikmatan akhirat, silahkan ambil kalung ini ayah dan serahkan ke baitul maal,". Subhanallaah..

Imam Ali berkata, ”Semoga Allah memberkahimu wahai anakku…”

Menyaksikan kejadian ini, Khalifah Umar R.A berkata dengan suara keras, ”Sungguh keturunan yang baik berasal dari keluarga yang baik juga…”



Masjid Nabawi, Makan Umar bin Khattab
Wafatnya Umar bin Khattab

Pada hari Rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H Umar Bin Khattab wafat, Beliau ditikam ketika sedang melakukan Shalat Shubuh oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah, budak milik Al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar bin Khattab dimakamkan di samping Nabi SAW dan Abu Bakar ash Siddiq, beliau wafat dalam usia 63 tahun.


Sumber : Klik Disini



Abu Bakar As Siddiq, ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Rasulullah SAW menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). Abu Bakar As Siddiq atau Abdullah bin Abi Quhafah (Usman) bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Quraisy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi SAW, kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai, kakek yang keenam. Dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Nabi Muhammad Saw juga memberinya gelar Ash Siddiq (artinya 'yang berkata benar'), sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar Ash Siddiq.

Abu Bakar Ash Siddiq tumbuh dan besar di Mekkah dan tidak pernah keluar dari Mekah kecuali untuk tujuan dagang dan bisnis. Beliau memiliki harta kekayaan yang sangat banyak dan kepribadian yang sangat menarik, memiliki kebaikan yang sangat banyak, dan sering melakukan perbuatan-perbuatan yang terpuji. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Dughunnah, "Sesungguhnya engkau selalu menyambung tali kasih dan keluarga, bicaramu selalu benar, dan kau menanggung banyak kesulitan, kau bantu orang-orang yang menderita dan kau hormati tamu,"

An-Nawawi berkata: "Abu Bakar As Siddiq termasuk tokoh Quraisy di masa Jahiliyah, orang yang selalu dimintai nasehat dan pertimbangannya, sangat dicintai dikalangan mereka, sangat mengetahui kode etik dikalangan mereka. Tatkala, Islam datang Abu Bakar Ash Siddiq mengedepankan Islam atas yang lain, dan beliau masuk Islam dengan sempurna,"

Zubair bin Bakkar bin Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ma’ruf bin Kharbudz dia berkata: "Sesungguhnya Abu Bakar As Siddiq adalah salah satu dari 10 orang Quraisy yang kejayaannya di masa Jahiliyah bersambung hingga zaman Islam,". Abu Bakar As Siddiq mendapat tugas untuk melaksanakan diyat (tebusan atas darah kematian) dan penarikan hutang. Ini terjadi karena orang-orang Quraisy tidak memiliki raja dimana mereka bisa mengembalikan semua perkara itu kepada raja. Pada setiap kabilah di kalangan Quraisy saat itu, ada satu kekuasaan umum yang memiliki kepala suku dan kabilah sendiri.

Istri-istri dan anak Abu Bakar

Abu Bakar pernah menikahi Qutailah binti Abdul Uzza bin Abd bin As’ad pada masa jahiliyyah dan dari pernikahan tersebut lahirlah Abdullah dan Asma’.

Beliau juga menikah dengan Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman dari Kinanah, dari pernikahan tersebut lahirlah Abdurrahman dan ‘Aisyah.

Beliau juga menikah dengan Asma’ binti Umais bin ma’add bin Taim al-Khatts’amiyyah, dan sebelumnya Asma’ diperistri oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dari hasil pernikahannya ini lahirlah bin Abu Bakar, dan kelahiran tersebut terjadi pada waktu haji Wada’ di Dzul Hulaifah.

Beliau juga menikah dengan Habibah binti Kharijah bin Zaid bin Zuhair dari Bani al-Haris bin al-Khazraj.

Abu Bakar pernah singgah di rumah Kharijah ketika beliau datang ke Madinah dan kemudian mempersunting putrinya, dan beliau masih terus berdiam dengannya di suatu tempat yang disebut dengan as-Sunuh hingga Rasullullah SAW wafat dan beliau kemudian diangkat menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah SAW. Dari pernikahan tersebut lahirlah Ummu Khultsum.


Orang Yang Paling Bersih Di Masa Jahilliyah

Ibnu Asakir meriwayatkan dengan sanadnya yang shahih dari Aisyah, dia berkata: "Demi Allah, Abu Bakar Ash Shiddiq tidak pernah melantunkan satu syair pun di masa Jahiliyah dan tidak pula di masa Islam. Abu Bakar As Siddiq dan Utsman bin Affan tidak pernah minum minuman keras di zaman Jahiliyah,"

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin Zubair, dia berkata, "Abu Bakar Ash Siddiq sama sekali tidak pernah mengucapkan syair,"

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Al-Aliyyah Ar-Rayahi, dia berkata: "Dikatakan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq di tengah sekumpulan sahabat Rasulullah: "Apakah kamu pernah meminum minuman keras di zaman Jahiliyah?"
Beliau berkata, ”Saya berlindung kepada Allah dari perbuatan itu!”


Sifat Abu Bakar Ash-Siddiq

Ibnu Saad meriwayatkan dari Aisyah bahwa seorang laki-laki berkata kepadanya: "Coba sebutkan kepada saya gambaran tentang Abu Bakar Ash Siddiq!"
Kata Aisyah: "Dia adalah laki-laki kulit putih, kurus, tidak terlalu lebar bentuk tubuhnya, sedikit bungkuk, tidak bisa untuk menahan pakaiannya turun dari pinggangnya, tulang-tulang wajahnya menonjol, dan pangkal jemarinya datar,"

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Aisyah, bahwa Abu Bakar As Siddiq mewarnai rambutnya dengan 'daun pacar' dan katam (nama jenis tumbuhan). Dia juga meriwayatkan dari Anas, dia berkata, "Rasulullah datang ke Madinah, dan tidak ada salah seorang dari para sahabatnya yang beruban kecuali Abu Bakar As Siddiq, maka dia menyemirnya dengan daun pacar dan katam,"

Abu Bakar Ash Shiddiq dilahirkan di Mekkah dari keturunan Bani Tamim ( Attamimi ), suku bangsa Quraisy. Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi.


Era Bersama Nabi SAW

Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal, ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar Ash Shiddiq membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan. Sehingga diriwayatkan bahwa Abu Bakar As Shiddiq memiliki 9 toko yang semuanya habis dibuat untuk tegaknya agama Islam. Beberapa budak yang ia bebaskan antara lain :

- Abu Fakih
- Ammar
- Abu Fuhaira
- Lubainah
- An Nahdiah
- Ummu Ubays
- Zinnira

Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad SAW pindah ke Madinah ( 622 M ), Abu Bakar Ash Shiddiq adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar As Siddiq juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah.


Menjadi Khalifah

Selama masa sakit Rasulullah SAW saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar Ash Shiddiq ditunjuk untuk menjadi imam shalat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar Ash Siddiq akan menggantikan posisinya. Segera setelah kematiannya ( 632 M ), dilakukan musyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukkan Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai pemimpin baru umat Islam atau Khalifah Islam.

Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukkan Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum Sunni dan Syi'ah. Di satu sisi kaum Syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu Nabi Muhammad), yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah SAW sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah SAW menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin. Sementara muslim Syi'ah berpendapat kalau Rasulullah SAW dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dll, tidak pernah meninggalkan umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir, dan juga banyak hadits di Sunni maupun Syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal Rasulullah saw, serta jumlah pemimpin islam yang dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali bin Abu Thalib sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar Ash Siddiq dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Ustman bin Affan). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali bin Abu Thalib menjadi pendukung setia Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali bin Abu Thalib melakukan baiat tersebut secara pro forma, mengingat beliau berbaiat setelah sepeninggal Fatimah istri beliau yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.


Perang Ridda

Segera setelah menjabat Abu Bakar Ash Shiddiq, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi Ibnu Habib al-Hanafi yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai Nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW. Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.


Al Qur'an

Abu Bakar Ash Shiddiq juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah dalam perang Ridda, banyak penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Abu Bakar As Siddiq lantas meminta Umar bin Khattab untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. Setelah lengkap koleksi ini, yang dikumpulkan dari para penghafal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya, oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat Zaid bin Tsabit, kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar bin Khattab dan juga istri dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian pada masa pemerintahan Ustman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an hingga yang dikenal hingga saat ini.

Abu Bakar As Siddiq meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 M / 8 Jumadil Awwal 13 H di Madinah pada usia 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma` binti Umais, istri beliau. Kemudian beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Umar mensholati jenazahnya diantara makam Nabi dan mimbar (ar-Raudhah). Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman (bin Abi Bakar), Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, dan Thalhah bin Ubaidillah.


The Other's Story


"Jika aku berbuat salah, maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan,"

Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah SAW di kota Mekkah atau pada tahun 51 sebelum Hijriah (751 M). Nama lengkapanya Abdullah bin Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab at-Taimy al-Qursy. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, kemudian Rasulullah mengantinya dengan nama Abdullah. Gelarnya Ash-Shiddiq, orang percaya. Ketika terjadi peristiwa Isra’ dan Mi’raj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari Ash-Shiddiq. Nama panggilannya Abu Bakar. Ibunya bernama Ummul Khoir Salma binti Shahr bin ‘Amir . Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‘Atiq. Konon ceritanya Rasulullah pernah berkata, “Kamu adalah hamba Allah yang dijauhkan (‘Atiq) dari api neraka,”. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan al-‘Atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain karena banyak memerdekakan budak muslim seperti Bilal. Pendapat lain karena tidak ada cacat dalam nasabnya. Mengenai pribadinya, Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin az-Zubair, “Ketika para sahabat sedang kumpul dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Abu Bakar, “Apakah kamu pernah minum khamar pada masa Jahiliyah?” kata orang itu. Beliau menjawab, “Aku berlindung kepada Allah,"
“Kenapa?” orang itu bertanya. “Saya dapat menjaga kehormatan diriku dan muruah. Sebab orang yang minum khamar hilang kehormatannya dan muruahnya,” jawab Abu Bakar. Orang pun melaporkan kepada Rasulullah. Rasulullah berkata, “Abu Bakar benar. Abu Bakar benar,” Dari Aisyah ‘Aisyah r.a. berkata, “Demi Allah, Abu Bakar r.a. belum pernah membaca syair pada masa Jahiliyah dan Islam. Beliau dan Utsman bin ‘Affan tidak pernah meminum khamar/arak,”
Pada waktu Rasulullah wafat, kaum muslimin mulai guncang dan kebingungan akan keberlangsungan Islam. Melihat kondisi yang sangat membahayakan ini, beliau dengan lantang berkata, “Siapa diantara kalian yang menyembah Muhammad (Rasulullah), maka Muhammad sudah wafat. Tapi barangsiapa menyembah Allah SWT maka Allah SWT itu hidup dan tidak akan mati,” Mendengar ucapan itu, maka tenanglah hati umat Islam. Hingga akhirnya Allah SWT menguatkan keimanan mereka. Selepas Rasululllah wafat, beliau diangkat menjadi khalifah oleh kaum muslimin pada tahun 11 H. Inilah sejarah pergantian kepemimpinan umat Islam untuk pertama kali yang didasarkan pada syuro’ (musyawarah). Pada waktu dipilih menjadi khalifah beliau berkata, “Aku diangkat menjadi pemimpin kalian tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian. Sekiranya aku melakukan kebaikan maka kalian harus menolongnya dan sekiranya aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan. Kejujuran adalah amanah dan berdusta adalah khianat dan pengingkaran terhadap yang benar. Orang-orang yang lemah diantara kalian, bagiku adalah orang kuat hingga aku memberikan haknya. Dan orang-orang yang kuat diantara kalian, bagiku adalah lemah hingga aku ambil hak-hak itu darinya,” 
Istri-istri beliau : Ummu Rumman binti ‘Amir, Qutailah binti Abdul Izza, Asma’ binti ‘Umais dan Habibah binti Khorijah. Lahir dari perkawinnya tiga anak laki-laki dan tiga perempuan. Tiga anak laki-laki itu : Abdullah, Abdurrahman dan Muhammad. 3 anak perempuannya : Asma', 'Aisyah (istri Rasulullah) dan Ummu Kultsum. Beliau menjabat sebagai khalifah selama dua tahun dan tiga bulan. Wafat pada tahun 12 H berumur 63 tahun, seperti umur Rasulullah ketika wafat. Dikuburkan di dekat kuburan Rasulullah di kamar 'Aisyah RA. Sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada Umar bin Khattab untuk menjadi khalifah. Beliau sangat pandai dalam ilmu nasab (silsisah keturunan) suku dan juga penceritaannya. Beliau termasuk dari ketua-ketua Quraisy di masa Jahiliyah yang disegani dan senangi karena sikapnya yang bijak. Selama hidupnya belum pernah minum khamar dan menyembah patung. Ketika di Yaman, seorang Syeik dari al-Azd pernah memberitahu tentang hadirnya kenabian Muhammad SAW. Beliau orang pertama yang meyakini dan mempercayai kenabian Muhammad. Seperti halnya berita yang disampaikan Waraqah bin Naufal kepada beliau mengenai kenabian Muhammad SAW. Pada waktu hijrah, beliau menjadi teman Rasulullah dalam perjalanan hijrah itu, begitu juga ketika Rasulullah berada di gua Hira. Hal ini bisa dibaca dalam firman Allah : “…sedang ia salah seorang dari dua sahabat pada waktu di gua Hiro.." (QS At-Taubah : 40). Ketika melakukan ibadah haji beliau orang pertama menjadi amir (ketua) rombongan kaum muslimin dalam haji tersebut dan orang pertama yang menjadi imam sholat setelah wafatnya Rasulullah. Diantara orang-orang yang memeluk Islam atas jasanya adalah; az-Zubair bin al-Awwa, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, Saad bin Abu Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah. Mereka termasuk 10 orang-orang yang diberitakan masuk surga. Termasuk beliau juga. Beliau telah memerdekakan 7 orang : Bilal, ‘Amir bin Fahiroh, Zanirah, Nahdiyah dan anak perempuannya, Jariyah bani Muammal dan Ummu ‘Abis. Mengumpulkan mushaf yang tersebar di pelbagai pelosok. Beliau juga orang yang sangat tegas memerangi orang-orang murtad (keluar dari Islam) dan enggan membayar zakat. Pada masa beliau memangku khalifah, syiar Islam tersebar melalui penaklukan ke pelbagai negara. Inilah sejarah awal penaklukkan dalam Islam. Ada 142 hadits yang diriwayatkan. Diantara riwayat hadits dari beliau : Suatu ketika Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku do’a dalam sholat,” Rasulullah menjawab: “Berdoalah dengan ini; “Allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsiro… (Wahai Allah, aku banyak berbuat kedzaliman, tidak ada orang yang boleh berikan ampunan dosa-dosa dholimku kecuali Engkau. Maka berilah ampunana atas semua dosa-dosaku dan berilah kasih sayang dan rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemberi Ampunan dan Kasih sayang,” (HR.Bukhari) Apa kata Rasulullah mengenai pribadinya: “Tidak seorang pun diantara manusia yang lebih banyak dari Abu Bakar dalam menjaga diriku denganm jiwa dan hartanya. Sekiranya dibolehkan aku menjadikan teman baik diantara manusia niscaya saya jadikan Abu Bakar sebagai teman baik. Akan tetapi pertemanan dan persaudaraan atas nama Islam itu lebih utama. Silahkan kalian tutup setiap pintu untukku di masjid kecuali pintu Abu Bakar," (HR.Bukhari). Dalam hadits lain disebutkan,suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa?”
Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai baginda Rasul,"
“Siapa diantara kalian yang telah memberi makan orang miskin?”
Abu Bakar menjawab, “Saya, Wahai Rasul,”
“Siapa diantara kalian telah mendoakan dan menjenguk orang sakit?”
Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Baginda Rasul,”
Setelah itu Rasulullah bersabda, “Sekiranya sifat dan perbuatan tersebut dilakukan oleh seseorang maka kelak dia akan masuk surga,”

Wasiat Abu Bakar kepada Umar sebelum ajal menjemputnya sebagaimana diceritakan Abdurrahman bin Abdullah bin Sabith, “Pada waktu ajal hendak menjemputnya, beliau memangil Umar. Beliau berkata, “Wahai Umar, ingatlah bahwa ada amalan untuk Allah yang dilakukan siang hari yang Allah tidak akan menerima amalan itu di waktu malam. Dan ada amalan untuk Allah yang di malam hari yang tidak akan diterima di waktu siang. Allah tidak menerima amalan sunnah sehingga yang wajib dilaksanakan. Timbangan amal baik di akherat menjadi berat karena mengikuti jalan kebenaran di dunia hingga Allah beratkan timbangan atas mereka. Dan timbangan (baik) manusia berkurang di akhirat karena manusia mengikuti jalan sesat/batil selama di dunia,"
Ketika beliau wafat, Ali bin Thalib berkata, “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abu Bakar. Kamu adalah saudara Rasulullah, kawan dekat, penghibur duka lara, dan kawan dalam bermusyawarah. Kamu adalah orang pertama yang berislam, yang paling ikhlas beriman kepada Allah dan Rasulul-Nya, yang paling baik dalam persahabatan dan paling mulia diantara kaum lainnya. Kamu juga yang paling serupa dengan Rasulullah ketika diam dan gerak. Allah telah angkat derajat namamu, wahai Abu Bakar, dalam tingkatan yang paling tinggi,"

Allah berfirman, “Dan orang yang percaya dengan kenabian Muhammad,". Dalam riwayat Asakir dari al-Ashma’y disebutkan bahwa Abu Bakar jika dipuji, beliau berdo’a : “Ya Allah, Engkau lebih tahu tentang diriku dan saya lebih tahu dari mereka. Ya Allah berikan kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan. Ampunilah aku dari apa yang mereka tidak tahu dan jangan azab aku dari apa yang mereka katakan,”
Menurut beberapa riwayat beliau berumur 63 tahun ketika beliau wafat. Kurang lebih 2 tahun, tiga bulan dan beberapa hari beliau menjabat sebagai khalifah pertama dalam sejarah Islam.


Sumber : wikipedia dan lainnya. Klik Disini

Kita kemungkinan sedikit sekali yang tahu bahwa sumbangan modernisasi dunia dan barat yang berawal pada masa renaisans serta revolusi industri di Eropa dikarenakan sumbangan peradaban dari kaum Muslimin. Bukan berarti untuk berbangga atau bernostalgia terhadap kejayaan kaum muslimin pada masa keemasan perkembangan ilmu dan budaya. Hal ini tidak lepas dari penggalian ilmu yang bersumber dari penjiwaan terhadap Al Qur'an yang dilakukan oleh para pendahulu umat muslim ketika itu.
Berbeda dengan sekarang dimana umat Islam dianggap sebagai penyumbang kemunduran peradaban dunia, identik dengan kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan sumber daya manusia. Walau demikian ada baiknya sebagai awal pengenalan tokoh ilmuwan muslim yang memberikan sumbangan terhadap peradaban dunia seperti dipaparkan berikut di bawah. Harapannya agar termotivasi untuk merubah diri dan bersegera untuk bangkit dari tidur dan mimpi serta mengubah kesalah pahaman terhadap penyumbang peradaban dunia selama ini.
01.  Salman Al Farisi : pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.
Salman Al Farisi

02.  Miqdad bin Amru : pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.

Al-Miqdad bin Amru bin Tsa`labah r.a

03.  Al Nadim ( wafat tahun 990 M, abad ke 10 M ) : pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
Al Nadim


04.  Ma'mun Ar Rasyid ( tahun 815 M, abad 9 M ) : pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.
Ma'mun Ar-Rasyid, seorang khalifah Abbasiyah yang terkenal

05.  Nizam Al Mulk  ( tahun 1067M) : pelopor pendiri universitas modern pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah (ditiru sistemnya oleh Oxford University, Inggris).

Nizam Al Mulk

06.   Al Ghazali ( wafat tahun 1111 M ) : pelopor pembuat klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli tasawuf.
Al Ghazali

07. Al Khindi ( wafat tahun 866 M) : ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.

Al Khindi

08. Al Farabi ( wafat tahun 950 M) : ahli musik dan filsafat Yunani, (salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
Al Farabi

09. Ibnu Sina ( wafat thn 1037 M ) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena; ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.

Ibnu Sina

10. Ibnu Rusydi ( wafat tahun 1198 M) dikenal oleh barat dengan nama Averusy : ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.

Ibnu Rusydi

11. Fakhruddin Razi ( wafat tahun 1290 M) : ahli matematika, ahli fisika, tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
Fakhruddin Razi

12. Ibnu Khaldun ( wafat tahun 1406 M ) : sejarahwan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiologi.
Ibnu Khaldun

13. Ibnu Thufail ( wafat tahun 1185 M ) : dokter, filosof, penulis novel filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
  
14. Ibnu Al Muqaffa ( wafat tahun 757 M ) : pengarang kitab Al-Hayawan atau kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.

15. Ikhwan Ash Shafa ( 983 M ); pembuat serial pertama dan ensiklopedi pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui sekarang).
  
16. Al Khwarizmi ( wafat tahun 850 M ) : menemukan logaritma (berasal dari nama Al Khwarizmi) dan Aljabar (Al-Jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah Al-Ardh.
Al Khwarizmi
  
17. Abu Wafa' ( wafat tahun 997 M ) : mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu variasi dalam gerakan bulan.
Abu Wafa'
  
18. Umar Khayyam (wafat tahun 1123 M ) : memecahkan persamaan pangkat tiga dan empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu aljabar tertinggi dalam matematika modern, penyair.
Umar Khayyam
  
19. Al Battani ( wafat tahun 929 M ) : ahli astronom terbesar Islam, mengetahui jarak bumi dan matahari, alat ukur gata gravitasi, alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal, menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengukur keliling bumi. ( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit planet-planet.
Al Battani
  
20. Ibnu Al Haytsam ( wafat tahun 1039 M ) :  pelopor di bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan pembiasan cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
  
21. Al Tusi ( wafat tahun 1274 M ) : Astronom kawakan dari Damaskus yang melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet, membuat model planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.
Al Tusi
  
22. Tsabit bin Qurrah ( wafat tahun 901 M ) : penemu teori tentang getaran/trepidasi.
Tsabit bin Qurrah
  
23. Jabir Ibnu Hayyan ( wafat tahun 813 M ) : ahli kimia dengan berbagai eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat laboraturium modern, system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran kompleks untuk cat.
Jabir Ibnu Hayyan
  
24. Abu Bakar Ar Razi ( wafat tahun 935 M ) : membagi zat kimia ke dalam kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh sebelum Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia komplek.
Abu Bakar Ar Razi
  
25. Al Majriti ( wafat tahun 1007 M ) : membuktikan hukum ketetapan massa (900 tahun sebelum Lavoisier)
Al Majriti
  
26. Al Jahiz ( wafat tahun 869 M ) : menulis penelitian tentang ilmu hewan (zoology) pertama kali.
Al Jahiz
  
27. Kamaluddin Ad-Damiri ( wafat tahun1450 M ) : mengembangkan system taksonomi/ klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan hewan.
  
28. Abu Bakar Al Baytar ( wafat tahun 1340 M ) : pengarang buku tentang kedokteran hewan yang pertama.
Abu Bakar Al Baytar
  
29. Al Khazini ( 1121 M ) : ahli kontruksi, pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
Al Khazini
  
30. Al Farghani ( wafat tahun 870 M ) : pengarang buku tentang pergerakkan benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh Dante jauh kemudian.
Al Farghani
  
31. Al Razi ( abad ke 8 M ) : pengarang kitab Sirr Al Asrar (rahasianya rahasia) tentang penyulingan minyak mentah, dan pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warna-warni, keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna, bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan penelitian tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
Al Razi

32. Banu Musa bersaudara ( abad ke 9 ) : pengarang buku Al-Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah (sekarang yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.

Banu Musa
  
33. Al Farazi ( wafat tahun 790 M ) : perintis alat astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat bantu astronomi menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.
  
34. Taqiuddin ( 1565 M ) : merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang digerakkan dengan pegas.
  
35. Ibnu Nafis ( wafat tahun 1288 M ) : menulis dan menggambarkan tentang sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey, 1628 M, dianggap pertama yang menemukannya).
Ibnu Nafis
  
36. Az-Zahra ( wafat tahunn 939 M ) : pembuat alat bedah/pembedahan, teknik dan jenis pengoperasian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi gigi serta peralatan bedah gigi.

37. Al Ibadi ( wafat tahun 873 M ) : pengarang buku tentang anatomi mata, otak dan syaraf optik, permasalahan pada mata.
Al Ibadi
  
38. Ibnu Fadlan ( abad 10 ) : membuat daftar koordinat daerah Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah tersebut.
Ibnu Fadlan
  
39. Ibnu Batutah ( wafat tahun 1369 M ) : membuat daftar koordinat dan sosiologi wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia Selatan.
Ibnu Batutah

40. Ibnu Majid ( abad 15 M ) : pemandu Vasco de Gamma dan menerbitkan buku panduan navigasi bagi pilot dan pelaut.
Ibnu Majid
  
41. Ibnu Khuradadhbih ( abad 9 M) : karya geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China, Korea dan Jepang.
  
42. Al Mas'udi ( abad 8 M ) : menerbitkan ensiklopedi geografi yang membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi geologi (jauh sebelum Maghelan dan Weber).
Al Mas'udi
  
43. Al Idris ( 1154 M ) : ahli peta bumi, membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.

Al Idris
  
44. Yaqut Hawami ( wafat tahun 1229 M ) : membuat kamus geografi pertama berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal dan berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya, geografi matematika dan politik.

45. Ibnu Abdus Salam ( abad 13 M ) : merumuskan pertama kali tentang hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.

Ibnu Abdus Salam


46.  Safiuddin ( wafat tahun 1294 M) : memperkenalkan teori musik.
  
47. Al Mawsili ( wafat tahun 850 M ) : ahli musik klasik dan oleh muridnya musisi ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol tahun 822 M, pengembangan notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik gesek, musik keroncong dan morisko.
  
48. DR. Abdussalam ( abad 20 M ) : pengembang teori big bang dan big chrung (teori tentang awal mula dan akhir dari alam semesta).
  
49. DR. BJ Habiebie ( abad 20 ) : perancang bangun gerbong kereta api super cepat (dipakai di Jerman), penemu teori tentang keretakan logam pada pesawat terbang.

DR. BJ Habiebie
  
50. ANDA (abad 21); . . . .

(Diramu dari berbagai sumber dengan sumber utama buku Islam For Beginners, Penerbit Mizan, Bandung, 2001) : Mei 2004

Copyright 2010 anti trust
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger